Prestasi PAFI dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Persatuan Apoteker Farmasi Indonesia (PAFI) telah mencapai berbagai prestasi yang signifikan dalam memajukan kesehatan masyarakat di Indonesia. Melalui https://pafikotamanggar.org inisiatif dan program-programnya, PAFI terus berkomitmen untuk meningkatkan akses, kualitas, dan kesadaran terhadap layanan farmasi, serta memperkuat peran apoteker sebagai mitra utama dalam sistem kesehatan. Berikut adalah beberapa prestasi utama yang telah diraih oleh PAFI, dengan menggunakan kaidah tujuan yang telah ditetapkan:

  • Meningkatkan Akses Terhadap Pelayanan Farmasi: PAFI telah berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan farmasi yang berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Prestasi ini tercermin dalam:
    • Penyediaan layanan farmasi yang lebih terjangkau di daerah-daerah pedesaan dan terpencil.
    • Penyediaan obat-obatan esensial dan generik yang terjangkau bagi masyarakat, sesuai dengan standar WHO.
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan Farmasi: PAFI telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan farmasi yang diberikan kepada masyarakat. Prestasi ini tercermin dalam:
    • Tingkat kepatuhan apoteker terhadap standar praktik farmasi yang ditetapkan oleh PAFI.
    • Penyediaan layanan konsultasi dan edukasi farmasi yang berkualitas bagi masyarakat.
  • Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit: PAFI telah aktif dalam mempromosikan kesehatan dan pencegahan penyakit di masyarakat. Prestasi ini tercermin dalam:
    • Berbagai program edukasi dan kampanye kesehatan yang diselenggarakan oleh PAFI.
    • Partisipasi masyarakat dalam program-program promosi kesehatan yang dipimpin oleh apoteker.
  • Pemberdayaan Masyarakat dalam Penggunaan Obat yang Aman: PAFI telah berhasil memberdayakan masyarakat dalam penggunaan obat yang aman dan efektif. Prestasi ini tercermin dalam:
    • Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsultasi dengan apoteker sebelum menggunakan obat.
    • Penurunan angka insiden efek samping obat dan kesalahan penggunaan obat di masyarakat.
  • read more

    Sejarah Masjid Qiblatain Bagi Muslim

    Sejarah Masjid Qiblatain Bagi Muslim – Sebelum membahas masjid qiblatain, terlebih dahulu kita akan melihat sejarah perubahan arah kiblat umat Islam. Madinah, kota suci umat Islam di seluruh dunia, memiliki beragam sejarah dan nilai filosofis yang terkandung di setiap masjid yang berdiri di atas tanahnya.

    Tidak hanya Masjid Nabawi dan Masjid Quba saja yang menjadi bukti sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan ajaran Islam. Masjid Qiblatain yang pada awal pembangunannya bernama Masjid Bani Salamah merupakan salah satu tempat paling istimewa bagi umat Islam.

    Mengenai waktunya, menurut pendapat jumhur, perubahan terjadi pada bulan Sya’ban, memasuki 18 bulan setelah hijrah. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 3/309). Kejadian ini menunjukkan bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah, ia telah menghadap Baitul Maqdis, kemudian ke Ka’bah.

    Bagaimana dengan sejarah perubahan arah kiblat Muslim ini?

    Artinya, masjid Nabawi pernah digunakan untuk sholat menghadap Baitul Maqdis dan juga untuk sholat menghadap Ka’bah. Begitu juga masjid lain di sekitar Madinah. Masjid Quba tidak terkecuali. Dengan demikian, semua masjid pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dibangun sebelum peralihan kiblat, telah mengalami dua arah kiblat.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, Syekh Dr. Abdurrazaq dalam khotbahnya menyatakan bahwa esensi dari 2 masjid kiblat tersebut, tidak hanya masjid qiblatain yang kini banyak dikunjungi umat Islam. Namun hampir semua masjid yang ada di sekitar Madinah saat itu, juga pernah mengalami 2 kiblat.

    Penamaan masjid qiblatain tidak dikhususkan untuk masjid tertentu, karena pernah digunakan di sana untuk sholat menuju 2 kiblat. Masjid Nabawi, dia pernah sholat di masjid ini menuju 2 kiblat. Masjid Quba, juga telah digunakan untuk sholat menuju ke 2 Kiblat. Dan semua masjid yang ada saat itu di Madinah, juga digunakan untuk sholat menuju 2 kiblat.

    Dari sini wahai jamaah kita bisa memahami bahwa di Madinah tidak ada masjid yang memiliki keistimewaan, karena digunakan untuk shalat dengan arah 2 arah kiblat. Penjelasan di atas hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada sisi khusus masjid yang mengalami 2 kiblat. Hanya saja, kami tidak mengingkari realitas keberadaan Masjid Qiblatain. read more